Kadissosnakertrans Kalbar, Kadir Ubbe diwakili Kabid Pemberdayaan Organisasi dan LSM, Drs Dedi Suryadi mengatakan, P2WKSS adalah program peningkatan perempuan yang mempergunakan program lintas bidang pembangunan yang dilaksanakan secara terkoordinasi. Dengan upaya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas.
“Ini bertujuan untuk menilai hasil-hasil dan dampak pelaksanaan terpadu di P2WKSS,” jelas Dedi.
Hal itu lanjut Dedi seperti 10 program pokok PKK, Posyandu dan toga, akhir pekan lalu.
“Penilaian ini kita lakukan seluruh kota dan kabupaten yang ada di Kalbar. Dan untuk pemenang selain hadiah mereka akan mewakili Provinsi Kalbar pada peringatan hari Ibu tingkat nasional di Jakarta,” ungkap Dedi.
Sementara Walikota Pontianak, dr H Buchary A Rachman SpKK mengatakan, penilaian tingkat provinsi ini juga berdampak pada evaluasi program-program ke depan Kota Pontianak.
“Sehingga nantinya ada upaya-upaya peningkatan dari program tersebut. Bukan sekadar mencari juara, namun yang terpenting bagaimana caranya bertukar informasi untuk lebih meningkatkan program di Pontianak. baik program P2KWSS-nya program posyandunya, dan 10 program PKK, dan program tanaman obat keluarga (toga),” ujar Walikota.
Untuk toga, Buchary berharap agar tim penilai dapat membedakan antara toga di kota dan di kabupaten. Karena di Kota Pontianak sendiri tidak begitu banyak, mengingat lahan dan hutan yang menjadi sumber toga tidak banyak.
“Target kita ya mencari yang terbaik lah. Untuk gerakan ini sendiri untuk tahunnya perlu dipacu,” pinta Buchary.
Terkait terpilihnya RT 4 RW 12 mewakili Kecamatan Pontianak Barat, Camat Pontianak Barat, Zulkarnain mengatakan, karena di RT ini sendiri memiliki potensi memberdayakan perempuan dan kesejahteraan keluarga, sudah terlihat cukup solid dan menyatu.
“RT ini sendiri di Kecamatan Pontianak Barat menjadi RT percontohan. Mengingat kita sudah pernah memberikan pilot project seperti program kebersihan dan menanam toga, serta Posyandu. Supaya nantinya RT lain diajak menjadi suatu RT percontohan,” ungkap Zulkarnain. (boy)
| Berkat, Minggu, 27 Juli 2008
26 Anak Terlantar Terima Bantuan Sepeda | |
|
| |
|
Sosialisasikan BLT Kasri juga menambahkan, dalam waktu dekat ini Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Pontianak akan melaksanakan sosialisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sosialisasi ini akan dilaksanakan di wilayah Kota Pontianak. Menurut data statistik jumlah penerima BLT masih menggunakan data 2005-2006 yang berjumlah 19.700 jiwa. "Kalangan yang bukan penerima dana BLT Rumah Tepat Sasaran (RTS) yaitu PNS, ABRI, Pensiunan serta tuna wisma, karena mereka sudah mempunyai tunjangan tersendiri, dan tuna wisma menjadi urusan Dinas Sosial," katanya. Ia menuturkan, selain PNS, ABRI, pensiunan serta tuna wisma para pengungsi pun tidak mendapatkan BLT sebab pengungsi adalah pindahan dari luar kota, bukan asli masyarakat setempat dan belum menetap lama. Ia mengharapkan kepada RT/RW dan lurah mendata masyarakat yang benar-benar sebagai penerima BLT. "Saya berharap kepada RT/RW yang dipercayakan untuk mendata penerima BLT agar tepat sasaran, karena banyak sekali yang saya dengar dari pembicaraan masyarakat bahwa pembagian dana BLT banyak yang tidak tepat sasaran," tegasnya. (dit) |
Pontianak Post, 1 Juli 2008
* Jalin Silaturahmi Antar RT se-Kota
Deklarasi Forum Komunikasi RT Bersatu Kota
PONTIANAK- Senin (30/6) kemarin, Forum Komunikasi RT Bersatu (FKRB) Kota Pontianak mendeklarasikan dirinya bertempat di Gedung Balai Prajurit. Kegiatan deklarasi diisi dengan nuansa sederhana namun memiliki spirit yang luar biasa. Moment tersebut dimanfaatkan oleh para RT untuk bersilaturahmi dan temu kangen sesama RT dari 6 penjuru Kecamatan yang notabene 24 Kelurahan se-Kota
Ketua Umum FKRB, Padjri Bacharuddin, dalam sambutannya mengatakan dengan tegas walau sistem perekrutan anggota berjalan alamiah, tanpa target mengikat, bersifat sukarela, ternyata sampai detik deklarasi telah tercover 60% dari 3.828 RT yang terdata di seluruh Kota Pontianak. “Pelan tapi pasti, lambat namun tegas” ujarnya.
Padjri mengungkapkan, dari saat penjajakan, meramu pendapat pakar terutama dari segi Yuridis formalnya, rapat terbatas tim pengurus dan bedah UUD No.8 Tahun 2005 tentang organisasi kemasyarakatan, maka dimulailah rekruitmen anggota. “Perlu waktu setahun lebih untuk sampai ke angka 1.912 RT. Alasannya klasik, waktu dan keterbatasan dana. Selain itu, memang susahnya mencari mencari korlap yang militan, mau bekerja sukarela serta mau berkorban waktu dan materi” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, walaupun permasalahan RT memiliki uneg-uneg dan kekecewaan yang sama, namun untuk menghimpun menjadi sebuah organisasi ternyata tidak gampang. “Para RT-RT ini adalah orang-orang yang ditokohkan di lingkungannya, mereka orang-orang arif dan cerdas, mereka waspada sekali untuk di kiri kanankan. Mereka harus jelas dan paham dulu mau dikemanakan organisasi / forum ini. Liar apa terdaftarkah forum ini, tahan apa tidak terhadap godaan-godaan politis dan finansial, apalagi menjelang moment Pilwako ini” tambah Padjri.
Dalam arahannya, Zainudin Isman, selaku Penasehat FKRB Kota Pontianak berpesan agar Forum ini dapat berperan aktif mendukung program Pemkot Pontianak. “Tidak usah kecewa dengan syak wasangka terhadap tidak hadirnya pejabat di Pemerintahan
Ir. Syaifudin, salah satu RT yang pernah memenangkan program Clean & Green City Tahun 2007 menyambut positif kehadiran forum ini . Kedepan ia mengharapkan agar organisasi FKRB dapat berkiprah demi kemashalatan masyarakat serta dapat menjadi mediator dan fasilitator aspirasi masyarakat bawah.
Hal serupa juga diungkapkan H. Jalius, Sy. Bujang dan Achmad Arif, yang mewakili masyarakat di lingkungan Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak Timur dan Pontianak Utara dalam pesan dan kesannya yang mengharapkan agar kedepan FKRB dapat berperan sebagai corong RT dalam hal memperjuangkan apapun kebutuhan warga seperti tagihan PBB, Data BLT, Askeskin dll.
Ditambahkan Ketua Panitia Deklarasi FKRB, Irianto Daeman saat ditemui di sela-sela acara, menuturkan dengan lugas bahwa Forum FKRB bukan dibentuk oleh seseorang dan bukan untuk kepentingan seseorang. FKRB benar-benar dibentuk oleh arus paling bawah, fungsinya sebagai wadah berhimpun, komunikasi dan ajang silaturahmi / sharing sesama pengurus RT. “Kedepan apabila ada yang mendatangi Instansi-instansi, perusahaan-perusahaan atau siapapun yang mengatasnamakan FKRB, tanpa sepengetahuan dari pimpinan Forum mohon jangan dilayani. Kepada Balon-balon yang hadir dalam Acara Deklarasi ini serta akan tampil di pentas Pilwako nanti, siapapun yang menang dan menduduki kursi Walikota, saya hanya titip pesan tolong perjuangkan kesejahteraan para RT ini. Angkatlah posisi para abdi rakyat ini yang tadinya termarjinalkan, kedepan dapat porsi sejajar dalam hal upah lelah. Minimal seiring dengan standar UMR atau mendekati penghasilan PNS Golongan I (Satu) A.(Ser/2)
* Tingkatkan Komunikasi Rukun Tetangga dan Pemerintah
Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi RT Bersatu Kota Pontianak
PONTIANAK- Rukun Tetangga (RT) adalah suatu lembaga yang ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat dengan fungsi utama sebagai pelayan masyarakat di lingkungannnya, selain itu lembaga RT juga diperankan sebagai ujung tombak dalam kaitannya dengan kegiatan Pemerintah Kota.
“Dengan terbentuknya Forum Komunikasi RT Bersatu (FKRB) merupakan perwujudan aspirasi masyarakat paling bawah terutama RT-RT yang mana dalam hal ini mereka bisa menyampaikan segala aspirasi sekaligus berjuang bersama untuk kesejahteraan masyarakat” jelas Ketua FKRB Kota Pontianak, Padjri Bacharuddin saat ditemui pada acara Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi RT Bersatu Kota Pontianak di Gedung Serba Guna Madrasah, Rabu (5/6).
Padjri mengungkapkan dengan Visi mewujudkan dunia kehidupan bersama masyarakat yang kritis, aspiratif dan demokratis yang diridhoi Tuhan yang maha esa FKRB Kota pontianak terus berusaha dan berupaya menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan berkembang. “Misi kita berupaya menghimpun, membina dan mengarahkan segenap potensi RT-RT di Kota Pontianak, ikut berpartisipasi aktif dalam FKRB, menggalakkan dialog konstruktif serta aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan RT” ungkapnya.
Wakil Ketua FKRB Kota Pontianak, Zulkarnanen, SH didampingi Ruddy Herman S, SE mengatakan selama ini keberadaan RT kurang mendapat perhatian padahal RT merupakan pelayan masyarakat serta sebagai ujung tombak dalam kaitannya dengan kegiatan Pemerintah Kota.
“Kembali pada Pilkada Kalbar Tahun 2007, masih banyak masyarakat yang tidak terdata dan tidak mendapatkan hak pilihnya. Oleh karena itu, melalui Forum ini kita bersinergis membantu program Pemerintah dalam mendapatkan data akurat masyarakat” ujar Zulkarnanen seraya menambahkan bagi rekan-rekan yang belum bergabung dalam forum ini silahkan menghubungi Sekretariat FKRB Kota Pontianak jalan Teuku Umar No.67 telp 085252202528 / 081345343310 atau dapat menghubungi Koordinator masing-masing kecamatan. Pontianak Barat dapat menghubungi Herry Z.Z telp 081649073738, Pontianak Utara, Arman telp 081345637449, Pontianak selatan, Syamsi telp 081345523286, Pontianak Timur, Nurdin telp 085252161121, Pontianak Tenggara, Drs. Faisal dan Muhyi, SH 08565043155 / 0561-7083608 dan Pontianak Kota, Irianto Daeman telp 081952620008.
Koordinator FKRB Kecamatan Pontianak kota, Irianto Daeman disela-sela acara pengukuhan menuturkan Forum yang terbentuk pada 12 Mei 2008 dan bertepatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ini sudah membentuk kepengurusan di 6 kecamatan dan 24 Kelurahan se-Kota Pontianak dengan 240 orang pengurus serta anggota kurang lebih 1200 orang. “Gagasan pembentukan forum ini sebenarnya sudah lama terpikirkan dalam hal perekrutan anggota dan merealisasikannya namun banyak terbentur waktu. Dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan pendeklarasian” tambahnya.(Syn/2)
Bravo… Berhimpunnya Para RT/RW
Disisi lain disebut ujung tombak pemerintah, tapi kenyataannya tetap dipinggirkan. Melihat visi misi Forum ini sudah sewajarnyalah Pemerintah menganggarkan kesejahteraan RT. Dalam Mata Anggaran APBD, janganlah diambil dari dana taktis yang tidak jelas, porsi, asal-usul dan kesinambungannya.
Contoh lain dalam hal pengurusan administrasi kependudukan baik pembuatan kartu keluarga, KTP atau
Alhamdulillah… Forum Komunikasi RT Bersatu (FKRTB) sudah ada didepan mata. Setidak-tidaknya wadah berhimpun, bermusyawarah, bermufakat dan berjuang sesama RT sudah terealisasi. Saya salut sekaligus dengki dengan para penggagas forum ini. Gagasan itu anugerah Tuhan yang paling mahal. Apapun dan siapapun Anda, saya hanya titip aspirasi: giring dan jalankan organisasi dengan jujur, kompak dan transparant. Kedepankan azas musyawarah untuk mufakat dan mufakat untuk maslahat rakyat. Hambatan, halangan dan godaan pasti ada. Yang mengkritik dan tidak setuju juga pasti muncul. Namun memang begitulah orang kita.
Yang kita cari adalah kemashalatan masyarakat, bukan kepentingan sesaat. Mohon diseleksi latar belakang anggota (terutama di tingkat DPP) agar organisasi tidak terkontaminasi para petualang. Visi misi jangan terlalu muluk, upayakan sederhana agar dapat dijangkau.
Buat rekan-rekan RT-RW yang belum terakomodir, mari kita bergabung agar bisa berkiprah dan mengawasi jalannya organisasi ini. Kurang afdol rasanya membiarkan kawan-kawan berjuang, sementara kita duduk manis. Forum ini milik kita walau penggagas utama bukan kita. Sebab permasalahan, kekecewaan, dan uneg-uneg kita sama. Kita senasib sepenanggungan. Mungkin hasilnya penerus kita yang menikmati manis madu dari berkah perjuangan kita, namun setidak-tidaknya kita sudah berhasil menancapkan tiang kemashalatan dan keadilan. Percayalah… Allah Ahza Wazalla yang akan membalas hasil kerja kita.
BRAVO Forum Komunikasi RT Bersatu! Maju terus dan haramkan kata ragu. Undang-Undang Dasar kita sudah menjamin kebebasan bermimbar, berserikat, berkumpul dan berorganisasi. Wassalam.














1 komentar:
keren banget blog nya
kapan jadi web
Posting Komentar